Sabar.
Mungkin itu adalah hal
yang paling dibutuhkan untuk keadaan seperti sekarang ini. Yups, keadaan
keluargaku memang sedang rumit sekali sekarang. Bahkan ketika memikirkannya
saja membuat ku tidak bisa memejamkan mata.
Jika ditanya lelah?
Tak bisa dipungkiri,
aku hanya seorang manusia biasa yang mempunyai batas sabar dan juga lelah.
Tetapi apa lagi yang bisa ku perbuat selain terus menjalankan hidup dan
melakukan hal yang bisa ku lakukan.
Mungkin sebagian besar
orang akan berfikir apa lagi yang kami tunda hingga sampai saat ini masih belum
juga terlihat tanda-tanda ku berbadan dua. Begitulah mungkin opini yang sedang
dipertanyakan disekitaran orang dilingkungan luar maupun dikalangan kerabat
dekat ku.
Rasanya ingin saja diri
ini berusaha sekeras mungkin menutup kuping dan berusaha tidak pernah mendengar
pernyataan dan pertanyaan apapun, tapi apalah daya daku hanya manusia biasa
yang kadang bisa juga terhenyuk oleh kata-kata dari orang-orang yang tidak
mengenal diriku dekat. Sedih, teriris, terluka kadang rasanya ingin menangis
sendiri seperti luka tapi tak berdarah, kata-kata yang datang seolah seperti
anak panah itu membuatku semakin berjalan tegak percaya bahwa Allah pasti
memberikan segala hal yang kita inginkan tepat pada waktunya. Tidak terlalu lama
dan tidak juga datang terlalu cepat tapi pas pada waktunya.
Dilema setelah menikah
ini mungkin banyak juga dialami oleh para pasangan muda yang masih berusaha
untuk memiliki buah hati tercinta. Percayalah masih banyak sahabat kita diluar
sana yang mengetahui kita sedang berusaha serta mendoakan.
Bismillah saja, anggap
saja pertanyaan mereka yang “Rasa Keingintahuan yang Tinggi” sebagai amplas
untuk menguji kesabaran kita. Jangan jadikan beban, karna semakin stress, maka
semakin kecil kemungkinan kita buat cepat punya malaikat kecil.
Tetap semangat wahai
diri sendiri dan pejuang-pejuang lain nya,ingat kita punya senjata yang paling
ampuh yaitu Doa. Jangan berhenti bertawakal serta tetap sabar.
Bismillahi Tawakatu Allallah J